Senin, 26 September 2011

INTEL Vs AMD, mana performance yang lebih baik???

Lain dari biasanya, kami akan melakukan suatu pembuktian, manakah dari kedua processor tersebut yang tercepat, dan cocok untuk Anda gunakan dalam PC Desktop di rumah. Semuanya melalui uji coba ketat di lab. PC Media. Intel atau AMD? Simak terus ulasan kami berikut! Alexander Prajonggo Haryo Jularso
Dalam membangun atau meng-upgrade sebuah PC desktop, pasti Anda akan
dihadapkan dalam suatu pilihan yang membutuhkan sedikit kepekaan akan hardware yang ingin Anda beli nantinya. Pemilihan hardware seperti processor, VGA card, motherboard, RAM, HDD, drive optic dan lain sebagainya, tentu harus tepat sasaran. Selain nantinya akan menghemat budget, tentunya pemilihan hardware yang tepat akan memaksimalkan kinerja dari PC Desktop Anda. Pemilihan processor mungkin bisa dijadikan pedoman, apakah PC Anda akan berjalan sesuai dengan yang Anda inginkan atau tidak. Namun tentunya kinerja suatu PC tidak hanya dinilai dari sebuah processor saja, melainkan diperlukan dukungan dari hardware yang lain, seperti motherboard, VGA card dan RAM. Salah satu komponen yang akan kami kupas kali ini adalah processor. Sudah bukan merupakan hal yang baru lagi memang, jika processor Intel dan AMD selalu dibanding-bandingkan oleh para penggunanya masing-masing. Namun kebanyakan para pengguna selalu membandingkan sebuah processor hanya dari sisi kecepatannya saja, tanpa mempedulikan fungsi-fungsi lain seperti multithread, speed step technology, 3DNow!, dan lain sebagainya. Tak jarang jika kemudian banyak pengguna yang kecewa dengan processor yang dibelinya, karena processor tersebut tidak sesuai dengan yang diinginkan. Entah karena kinerja processor tersebut kurang atau malah kinerjanya terlalu tinggi, sedangkan ia hanya memerlukan PC yang bisa digunakan untuk mengetik dan browsing Internet saja. Hal ini tidak lepas dari peranan sang produsen sendiri, baik Intel maupun AMD yang menciptakan sebuah produk dengan penamaan dan kode-kode yang cukup membingungkan. Paling tidak untuk pengguna yang masih baru atau entry user, penamaan dan kode-kode processor yang ada saat ini cukup membuat mereka bingung. Kita ambil contoh processor AMD dengan Athlon 64 3800+ yang berjalan di 2.4 GHz, dan memiliki L2 cache sebesar 512 KB ber-socket 754, sementara untuk Athlon 64 3700+ ber-socket 939 berjalan di 2.2 GHz, namun memiliki L2 cache yang lebih tinggi, yaitu 1 MB. Anehnya, pada socket 754 terdapat juga Athlon 64 3700+ yang berjalan pada 2.4 GHz, dan memiliki L2 cache 1 MB. Sungguh cukup membingungkan, bukan? Pun untuk pengguna yang sudah sekelas middle user, hal tersebut masih cukup membingungkan. Pada test perbandingan kali ini, total kami memilih enam buah processor dari jajaran Intel dan AMD, empat processor dari Intel dan dua processor dari AMD. Dari Intel, kami memilih processor dari jajaran Pentium 4, yaitu Pentium 4 E 560 3.6 GHz dan Pentium 4 EE 3.4 GHz. Intel Core 2 Duo T6300 dan Core 2 Extreme QX6700 juga kami uji, semuanya menggunakan socket LGA775. Sedangkan dari jajaran AMD, kami memilih Athlon 64 3400+ yang menggunakan socket 939 dan Athlon 64 X2 3600+, yang menggunakan socket AM2. Jika dilihat, sepintas seluruh processor tersebut berada di jajaran mainstream, dan banyak digunakan oleh sebagian pengguna PC, yang tentunya processor tersebut ada di pasaran. Mungkin juga Anda sudah menggunakan salah satu processor tersebut pada PC desktop Anda. Untuk lebih detailnya bisa Anda perhatikan tabel spesifi kasi processor. Kami berharap dengan test perbandingan yang kami suguhkan kali ini, sedikit banyak bisa membantu Anda dalam menentukan pilihan, manakah processor yang tepat untuk menjadi bagian dari PC Anda, dan mungkin bisa menambah wawasan Anda terhadap bermacam-macam jenis processor yang saat ini ada di pasaran.

Bagaimana Kami Melakukan Test?

Dari keenam processor tersebut, masing masing kami persenjatai dengan komponen pendukung yang sama, atau setidaknya kami anggap sebanding dengan komponen yang lainnya. Perbedaan sesungguhnya lebih pada komponen motherboard yang memang harus berbeda, misalnya processor dengan socket AM2 tentunya tidak kompatibel dengan motherboard bersocket 939.

Hardware Pendukung
Processor Intel yang kami uji kali ini menggunakan hardware pendukung yang
serupa. Motherboard yang dipakai menggunakan chipset i975X, sedangkan khusus untuk processor Intel Pentium 4 EE 3.4 GHz menggunakan motherboard dengan chipset i945. Hal ini lebih dikarenakan tidak kompatibelnya processor tersebut dengan motherboard ber-chipset i975X yang kami gunakan tersebut. Kami menggunakan dua buah RAM DDR2 dengan kapasitas masing-masing 1024 MB (1 GHz), sehingga keseluruhan berjumlah 2048 MB (2 GHz) dengan teknologi dual channel aktif. Khusus untuk processor AMD Athlon 64 3200+ 2GHz bersocket 939, kami menggunakan RAM DDR1 total sebesar 512 MB dengan teknologi dual channel aktif. Selain itu, kami juga menggunakan sebuah video card high end dengan mengusung chipset NVidia 8800GTS, sehingga mampu mendukung test benchmark 3D, dan game-game benchmark dengan hasil yang cukup maksimal.

Software Pendukung
Selain hardware, tentunya dalam melakukan pengujian kami juga dibantu dengan beberapa aplikasi yang tentunya sudah diakui keberadaannya dalam masyarakat luas. Beberapa software tersebut adalah:

WINRAR
Software archive manager yang sangat powerful. Ia bisa mem-backup data
Anda, sekaligus mereduksi ukuran dari e-mail attachment. Selain itu, kemampuannya men-decompress ekstensi RAR, ZIP dan fi le archive lainnya cukup bias diandalkan. Begitu juga kemampuannya melakukan kompresi ke bentuk RAR atau ZIP, sudah tidak perlu diragukan lagi.

PCMAV RC15
Antivirus ciptaan PC Media yang sangat ampuh membasmi berbagai virus lokal
dan jika diintegrasikan dengan CLAMAV, akan menjelma menjadi sebuah antivirus yang powerful. Kebutuhannya akan sedikit resource dari CPU juga menjadi salah satu kelebihan yang lain.

Foxit PDF Reader
Software alternatif pengganti Adobe Acrobat, yang berguna untuk membaca
file berformat PDF. Selain membaca, Foxit juga mampu menciptakan fi le berbentuk PDF. Kebutuhannya akan sedikit resource dari CPU, membuatnya bias bekerja jauh lebih cepat dibandingkan dengan Adobe Reader.

POV-Ray
Singkatan dari Persistence of Vision Raytracer. Software ini digunakan untuk
menciptakan graphic 3D, di mana dalam penerapannya ia juga memiliki SPESIFIKASI Intel Core 2 Extreme QX6700 2.66GHz 2x 2MB 1066MHz FSB
Intel Core 2 Duo T6300 1.86GHz 2MB 1066MHz FSB
Intel Pentium 4 E 560 3.6GHz 1MB 800MHz FSB
Intel Pentium 4 Extreme Edition 3.46GHz 512KB 1066MHz FSB
AMD Athlon 64 3200+ 2.0GHz 512KB 1066MHz FSB, Socket 939
AMD Athlon 64 X2 3600+ 2.0GHz 2x 256KB 1066MHz FSB, Socket AM2
Tabel Spesifikasi Processor

AMD SYSTEM INTEL SYSTEM
Motherboard MSI K9N Platinum Intel D975XBX Chipset NVIDIA nForce 570 Intel i975X Memory 2x Hyundai Electronics DDR2-SDRAM PC6400 - 1024 Mbytes 2x Hyundai Electronics DDR2-SDRAM PC6400 - 1024 Mbytes Graphic Card ECS GeForce 8800 GTS ECS GeForce 8800 GTS Hard Drive Maxtor 6E030L0 (30 GB, 7200 RPM, Ultra-ATA/133) Maxtor 6E030L0 (30 GB, 7200 RPM, Ultra-ATA/133) Optical Storage LITE-ON LTR-52246S (52x/24x/52x CD-RW) LITE-ON LTR-52246S (52x/24x/52x CD-RW) Sound Card Onboard Onboard Display LG Flatron L1953S 19” LCD Display LG Flatron L1953S 19” LCD Display Operating system Windows XP Professional Build 2600 SP2 Windows XP Professional Build 2600 SP2

Tabel Hardware Pendukung

Intel Vs AMD

kemampuan untuk melakukan benchmark. Pada versi yang kami pakai ini, ada
didalamnya fi tur yang mendukung SMP (symmetric multiprocessing), di mana
rendering bisa dilakukan dalam banyak CPU atau multicore. Fitur ini sangat berguna untuk mengukur seberapa besar kemampuan processor multicore tersebut.

WinAVI Video Converter

Software tools ini digunakan sebagai alat pengonversi fi le berformat video. Selain bekerja secara cepat, ia juga mampu menghasilkan kualitas konversi yang sangat bagus. Hampir seluruh format video bisa dikenali oleh WINAVI, antara lain AVI, MPEG1/2/4, VCD/SVCD/DVD, DivX, XVid, ASF, WMV, RM, QuickTime MOV, dan Flash SWF.

PCMark05

PCMark05 adalah software benchmark untuk mengukur performa dari PC Anda, dan mengetahui kelemahan dan kekurangan dari PC Anda tersebut. Dengan PCMark05, Anda akan mengetahui apa saja dari PC Anda yang perlu diupgrade, ataupun bisa digunakan juga sebagai petunjuk spesifi kasi PC yang ingin Anda beli. PCMark05 mengacu pada hasil tester yang dipakai dalam kalangan industri.

3Dmark06
3DMark06 adalah standar internasional untuk melakukan benchmark performa dari 3D game benchmarking. Aplikasi ini sangat dibutuhkan untuk PC user maupun gamers. 3DMark06 menggunakan advanced real-time 3D game workloads untuk mengukur performa PC dengan menggunakan DirectX 9 3D graphic test, CPU test, dan fi tur 3D test. 3DMark06 test memiliki fi tur HDR/SM3.0 graphic test, SM2.0 graphic test, AI dan physics yang mampu dijalankan pada single dan multiple cores dari sebuah processor

CPU.
Seluruh software tersebut kami nilai mampu mewakili kinerja dari masingmasing processor yang akan kami test. Sehingga kami percaya bahwa hasil yang diperoleh adalah benar-benar akurat. Klasifikasi test Dalam test tersebut kami mengklasifi kasikan performa processor tersebut menjadi 5 bagian, yaitu:

Office Productivity
Pada pengetesan ini kami melakukan 3 tahapan test. Pertama, dengan menghitung kecepatan konversi dari fi le doc (word) ke bentuk PDF, tentunya de ngan penggunakan third party tools (Foxit PDF Reader). Perlu dicatat di sini, kami menggunakan MS-Offi ce 2002. File yang kami gunakan berformat .doc dengan besar 4.73 MB, dan memiliki 158 halaman. Kedua kami melanjutkan dengan kecepatan kompresi beberapa file audio
dengan jumlah total 234 MB, dengan setting best compression. Aplikasi yang kami gunakan kali ini adalah WINRAR. Tahap yang terakhir kami melakukan kecepatan scanning terhadap drive C: yang memiliki 19172 fi les dan 1559 folders, dengan menggunakan sebuah antivirus terbaik di dunia. Siapa lagi kalau bukan PCMAV RC15.

Multithread Application Test
Untuk pengetesan dengan klasifikasi ini, kami melakukan dengan dua tahapan test. Pertama, kami menggunakan aplikasi freeware yang disebut dengan POV-Ray di mana aplikasi ini mampu melakukan rendering dengan cukup akurat, dan memberikan hasilnya dalam bentuk PPS (Pixel Per Second), dan Loading time. Kedua, kami melakukan hal yang cukup ”gila” menurut kami, yaitu dengan mencoba menjalankan beberapa aplikasi yang memerlukan cukup banyak source processor secara bersamaan. Hal ini bisa berisiko menjadikan PC menjadi frezee (hang), karena processor tidak mampu me-load aplikasi tersebut secara bersamaan. Kami menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan, yaitu: konversi fi le audio .ASF ke fi le audio .AVI dengan
menggunakan WinAVI Video Converter, konversi fi le .doc ke bentuk PDF, kompresi file sebanyak 234 MB dengan WINRAR. Ketiga aplikasi tersebut kami jalankan bersamaan, ditambah dengan kami menonton video klip konser musik dari grup band Dream Theater. Khusus untuk pengujian ini, kami hanya ingin mengetahui seberapa besar CPU load yang digunakan, dengan memanfaatkan fungsi Windows task manager.

Multimedia Test

Multimedia test terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama, kami melakukan konversi yang cukup “ringan” menurut kami, yaitu mengonversi fi le klip video berekstensi .ASF sebesar 35.7 MB men- * Lebih kecil lebih baik AMD Athlon 64 X2 3600+ 32.7s 3m 10s 12m 34s AMD Athlon 64 3200+ 29.9s 3m 42s 12m 44s 0 100 200 300 400 500 600 700 800 FOXIT (Word to PDF) WINRAR PCMAV RC15 Tabel 2. (Offi ce Productivity AMD) Intel Core 2 Extreme QX6700 12.5s 2m 32s 13m 6s

Intel Core 2 Duo T6300 16.9s 3m 10s 17m 17s Pentium 4 E 560 3.6GHz 17.7s

3m 18s 19m 6s Pentium 4 EE 3.4GHz 24.8s 3m 52s 17m 50s 0 100 200 300 400 500 600 700 800 900 1000 1200 FOXIT (Word to PDF) WINRAR PCMAV RC15 * Lebih kecil lebih baik Tabel 1. (Offi ce Productivity Intel)

jadi sebuah file berekstensi .AVI sebesar 72.7 MB. Sedangkan untuk tahap berikutnya adalah mengonversi 8 buah fi le klip video dengan total berjumlah 225 MB, menjadi sebuah format DVD dengan kapasitas 1.42 GB. Aplikasi yang kami gunakan untuk melakukan konversi adalah menggunakan WinAVI Video Converter 7.1. Skor yang kami hitung adalah kecepatan dari masingmasing processor dalam melakukan tugas konversi yang sama.

Sintetic Test
Tentunya Anda sudah tidak asing lagi mendengar sintetic test, karena memang sering kami singgung pada pengetesan hardware yang ada pada PC Media. Kami melakukan dua macam sintetic test, yaitu dengan menggunakan aplikasi PCMark05 dan 3Dmark06. Dari kedua aplikasi tersebut akan diketahui sampai dimanakah sebenarnya secara keseluruhan, processor yang sedang ditest tersebut mampu bekerja. Skor yang kami ambil dari test sintetic test tersebut adalah PCMark05 rating, PCMark05 CPU rating, 3Dmark06 rating, dan 3Dmark06 CPU rating.

Game Test
Tentunya tak ketinggalan untuk test yang terakhir adalah game test. Di mana kami juga menggunakan dua tahapan test yang berbeda, yaitu test menggunakan game Quake 3 yang memang memiliki kualitas 3D dan grafi s yang kurang (terbatas), dan Quake 4 yang memang memiliki kualitas 3D dan grafis yang jauh lebih lengkap. Yang kami nilai adalah kinerja dari masingmasing processor ketika sedang digunakan untuk bermain game, baik dengan game yang memiliki kemampuan 3D dan grafi s terbatas, dan game-game sekarang yang memerlukan video card dengan fi tur 3D dan grafi s lebih baik.

The Result
Hasil dari beberapa pengujian yang kami lakukan disusun dalam bentuk tabel grafi k, yang menunjukkan perbandingan kinerja yang diperoleh, baik dari jajaran processor Hasil CPU load ketika menjalankan multithread applicaton. Atas, kiri ke kanan : AMD Athlon 64 3200+, AMD Athlon 64 X2 3600+, Intel Core 2 Duo T6300. Bawah, kiri ke kanan : Intel Core 2 Extreme QX6700, Intel Pentium 4 E 3.6GHz dan Intel Pentium 4 EE 3.46GHz. 0 100 200 300 400 500 600 700 800 900 1000 1100 1200 1300 1400 1500 Loading Time Pixel Per Second (PPS) Tabel 3. (POV-Ray Benchmarks Intel) Intel Core 2 Extreme QX 6700 Intel Core 2 Duo T6300 Pentium 4 E 560 3.6GHz Pentium 4 EE 3.4GHz 153pps 105pps 99pps 106pps 16m 04s 23m 26s 24m 45s 23m 12s Loading Time Pixel Per Second (PPS) Tabel 4. (POV-Ray Benchmarks AMD) AMD Athlon 64 X2 3600+ AMD Athlon 64 3200+ 76pps 0 100 200 300 400 500 600 700 800 900 1000 1100 1200 1300 1400 1500 1600 1700 1800 1900 2000 76pps 32m 24s 32m 25s



AMD ataupun processor Intel. Hasil pengujian diklasifi kasikan sebagai berikut:

Office Productivity
Dari tabel 1, terlihat perbedaan yang cukup signifi kan antara waktu yang dihasilkan oleh processor Quad core dengan dual core, maupun yang single core. Perbedaan terlihat jelas pada processor Quad core, dengan processor lainnya. Namun untuk processor dual core, rupanya perbedaan yang terlihat tidak terlalu terlihat jika dibandingkan dengan pentium 4 E 560 3.6 GHz. Dengan begitu, bisa diketahui bahwa kinerja processor dual core hamper sama dengan kinerja processor Pentium 4 560 3.6 GHz. Pada tabel 2 menunjukkan perbedaan yang tidak terlalu jauh terlihat di antara kedua processor AMD tersebut. Meskipun sama-sama menyandang nama Athlon 64,
namun salah satu processor-nya sudah menggunakan teknologi dual core sehingga memang seharusnya perbedaan akan cukup signifi kan. Namun pada saat pengetesan, malah terjadi kejadian yang cukup menggelikan. Kemampuan processor Athlon 64 dalam melakukan konversi dari word ke pdf lebih cepat dibandingkan Athlon 64 X2, begitu juga dengan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan scanning virus menggunakan PCMAV RC15.

Multithread Application
Pada tabel 3 terlihat kemampuan processor dalam menangani multiaplikasi atau yang dikenal dengan multihread application. Terlihat kemampuan Quad core processsor memang meninggalkan jauh disbanding kemampuan dual core, maupun Pentium 4. Bahkan CPU load yang diperlukan hanya sebesar 84% dari total kemampuan CPU.
Berbeda dengan processor yang lain, yang memerlukan 95% - 100% dari kemampuan CPU untuk bisa menjalankan test multithread application tersebut. Pada tabel 4 terlihat, meskipun sangat kecil sekali, namun kemampuan processor Athlon 64 X2 masih lebih bagus dibandingkan Athlon 64. Nyaris berimbang malah kalau menurut kami, jika melihat nilai yang dihasilkan dari software benchmark POV-Ray. Perbedaan bisa dilihat dari CPU load yang digunakan keduanya, Athlon 64 X2 hanya memerlukan 95%, sedangkan Athlon 64 membutuhkan 100% kemampuan CPU.

Multimedia Test
Kemampuan processor dari jajaran Intel untuk melakukan konversi file berjenis video klip diuji di sini, mulai dari fi le tunggal berekstensi ASF, sampai dengan multi file dari segala jenis ekstensi dijadikan ke dalam format DVD. Hasilnya bisa Anda lihat dengan jelas bahwa pada masingmasing generasi processor menghasilkan skor yang berbeda-beda. Jika dilihat, per- Intel Core 2 Extreme QX6700 1m 15s 7m 6s Intel Core 2 Duo T6300 1m 59s 9m 50s Pentium 4 E 560 3.6GHz 2m 39s 10m 59s Pentium 4 EE 3.4GHz 2m 38s 11m 23s 0 100 200 300 400 500 600 700 800 Convert ASF to AFI Any Files to DVD Format * Lebih kecil lebih baik Tabel 5. (Multimedia Test Intel) AMD Athlon 64 X2 3600+ 2m 11s 11m 47s AMD Athlon 64 3200+ 3m 31s 14 10s 0 100 200 300 400 500 600 700 800 900 Convert ASF to AFI Any Files to DVD Format * Lebih kecil lebih baik Tabel 6. (Multimedia Test AMD) Intel Core 2 Extreme QX 6700

Intel Core 2 Duo T6300 Pentium 4E 560 3.6GHz Pentium 4EE 3.4GHz0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000 8000 9000 10000 PCMark05 Rating PCMark05 CPU 3DMark06 Rating 3DMark06 CPU * Lebih besar lebih baik Tabel 8. (Sintetic Test Intel) 7280 8460 9831 3892 5003 4695 7753 1585 4340 4366 5860 2656 4501 4481

5281 767 PCMark05 Rating PCMark05 CPU 3DMark06 Rating 3DMark06 CPU * Lebih besar lebih baik Tabel 9. (Sintetic Test AMD) AMD Athlon 64 X2 3600+ 4769

4105 7070 1539 AMD Athlon 64 3200+ 3590 29215367 794 0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000 8000 9000 10000 Cover Story

bedaan memang cukup signifi kan antara keempat jenis processor ini, yang paling cepat melakukan konversi adalah processor quad core, sedangkan yang paling lambat adalah processor Pentium 4 EE 3.4 GHz. (Lihat tabel 5). Di antara kedua processor AMD ini, sangat terlihat perbedaan hasil dari Athlon 64 X2 dan Athlon 64. Sangat jauh malah, kalau bisa kami berterus terang. Uniknya jika dibandingkan dengan processor Intel Quad core, kemampuan Athlon 64 X2 dalam mengonversi fi le menjadi bentuk DVD lebih bagus. Cukup aneh, mengingat Quad core memiliki 4 inti, sedangkan Athlon 64 X2 hanya 2 buah inti. (Lihat tabel 6).

Sintetic Test
Pada tabel 7 terlihat skor yang biasa kami gunakan sebagai acuan untuk seluruh pengujian di lab. PC Media. Sudah kami perkirakan sebelumnya bahwa processor quad core yang kami uji kali ini mampu memperoleh nilai paling baik. Dibandingkan dengan processor core 2 duo dan Pentium 4, seluruh kemampuan baik PCMark05 maupun 3DMark06, mengungguli kedua jenis processor tersebut. Perbedaannya juga sangat jauh di antara ketiganya. Hampir sama dengan jajaran processor dari Intel, processor AMD juga mengalami hal yang serupa. Meskipun kedua processor AMD tersebut memiliki clock yang sama, yaitu 2.0 GHz, namun performa Athlon 64 X2 jauh lebih bagus dibandingkan dengan Athlon 64. Hal ini juga sudah kami prediksikan sebelumnya bahwa Athlon 64 X2 akan lebih baik dibandingnya “kakaknya” tersebut, yaitu AMD Athlon 64 3200+. Lengkapnya bisa Anda lihat pada tabel 8.

Game Test

Dari hasil game test yang bisa dilihat pada tabel 9, terlihat secara jelas seberapa cepat kemampuan dari processor tersebut. Tentu untuk hasilnya, terlihat processor Intel core quad merajai untuk jajaran processor Intel, baik itu pada game Quake 3 yang kebutuhannya akan kinerja processor tidak terlalu banyak, maupun pada game Quake 3 yang memerlukan resource CPU dan VGA yang cukup tinggi. Berbeda dengan Intel, processor AMD malah memiliki skor yang hampir sama antara dua processor yang diuji. Perbedaan tetap masih ada, namun tidak signifi kan. Untuk test kali ini, nilai tertinggi dipegang oleh Athlon 64 X2. (Tabel 10)

Kesimpulan
Dari beberapa hasil pengujian yang sudah kami lakukan, bisa ditarik kesimpulan bahwa processor dengan multi core-Dual core ataupun Quad core memiliki kemampuan kinerja yang lebih, jika dibandingkan dengan processor ber-core tunggal. Hal tersebut bisa dipahami, karena memang processor dual core atau quad core memiliki jumlah core yang lebih banyak, ditambah dengan L2 Cache yang lebih besar. Ambil contoh untuk Intel Core 2 Extreme (quad core) memiliki L2 cache 4 MB, Intel Core 2 Duo L2 cache-nya 1 MB, sedangkan Pentium 4 hanya memiliki L2 cache sebesar 512 KB. Khusus untuk processor AMD yang kami uji kali ini memang memiliki kinerja yang hampir seimbang, meskipun salah satu processor-nya sudah menggunakan dual core. Hal tersebut dikarenakan clock processor yang dimiliki keduanya memang sama, yaitu 2.0 GHz dan L2 cache yang sama, yaitu 1 MB. Meskipun processor yang memiliki core lebih dari satu memiliki kinerja yang lebih baik, namun yang perlu Anda ingat, seberapa perlu Anda memiliki processor dengan core dual atau quad. Mengingat harga yang harus Anda bayar akan jauh lebih tinggi, dibandingkan dengan processor yang hanya memiliki single core.
Untuk kali ini, perbandingan dimenangkan oleh processor dari jajaran Intel. Meskipun tidak secara telak, namun sebagian besar pengujian menunjukkan nilai yang lebih tinggi dibanding dengan processor AMD. Dalam hal ini, kami membandingkan antara processor Intel Core 2 Duo dan AMD Athlon 64 X2. Saran dari kami , ukur terlebih dahulu sampai seberapa penting Anda memerlukan sebuah processor multi core. Aplikasi apa saja yang nanti digunakan, dan untuk kegiatan apa Anda menggunakan CPU tersebut. Hal itu tentunya juga masih harus ditambah dengan seberapa besar budget Anda untuk menebus processor dengan core lebih dari satu. Jika Anda memang benar-benar memerlukannya, maka memang tidak ada salahnya Anda membeli processor dengan core lebih dari satu. Jika tidak, kamisarankan untuk tetap menggunakan processor dengan core tunggal saja, di mana selain harganya jauh lebih terjangkau, hampir seluruh aplikasi yang ada di pasaran memiliki kompatibilitas terhadap processor jenis ini. Perlu Anda ingat bahwa developer aplikasi masih jarang yang mengembangkan aplikasinya, khusus untuk platform multi core._ AMD Athlon 64 X2 3600+ 336.93fps 36.9fps AMD Athlon 64 3200+ 327.10fps 12.9fps 0 50 100 150 200 250 300 350 400 * Lebih besar lebih baik

Quake 3 Demo001 (1024x764) 32 bit Quake 4 HOC Demo Ultra quality Tabel 10. (Game Test AMD) Intel Core 2 Extreme QX6700 687.33fps 54.6fps Intel Core 2 Duo T6300 447.60fps 41.5fps Pentium 4 E 560 3.6GHz 377.07fps 35.5fps Pentium 4 EE 3.4GHz 513.73fps 37.4fps 0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 500 550 600 650 700

Quake 3 Demo001 (1024x764) 32 bit Quake 4 HOC Demo Ultra quality * Lebih besar lebih baik Tabel 9. (Game Test Intel)

di ambil dari: http://www.pcmedia.co.id/detail.asp?Id=1704&Cid=19&Eid=

alasan : persaingan yang begitu ketat pada dunia komputer menyebabkan banyak perusahaan besar dunia berlomba-lomba untuk mengeluarkan produk terbaru dan tercanggihnya. diantaranya INTEL dan AMD yang paling sering di cari oleh orang.
untuk itu sebelum membelinya alangkah lebih baik kita mengetahui lebih dahulu mengenai kelebihan dan kekurangan dari kedua produk tersebut. agar kita benar-benar puas akan pilihan kita dan sesuai dengan kebutuhan serta BUDGETnya......

Share/Save/Bookmark

Tidak ada komentar:

Posting Komentar